Nama : Beta Aqillah Sari
NPM : E1I023003
Kelas : A
Mata Kuliah : Eksplorasi Sumberdaya Hayati
Laut
Dosen Pengampu : Dr. Yar Johan, S. Pi., M. Si.
MEKANISME MAKAN BIOTA LAUT
Dalam lingkungan laut, kelangsungan hidup
organisme sangat tergantung pada cara mereka mendapatkan makanan. Metode
perolehan makanan adalah aspek penting yang memengaruhi fungsi ekologis dari
suatu spesies. Berdasarkan cara memperoleh makanan, biota laut dibagi menjadi
beberapa kategori utama.
1.
Suspension Feeder
(Pemakan Suspensi)
Suspension feeder,
atau sering disebut filter feeder (penyaring), adalah organisme yang
memperoleh nutrisi dengan cara menyaring partikel organik, plankton, atau
detritus yang tersuspensi di dalam kolom air. Strategi ini sangat efektif
karena memanfaatkan arus laut yang membawa fitoplankton, zooplankton, dan bahan
organik lain yang melayang.
·
Mekanisme: Organisme ini memiliki struktur
tubuh khusus seperti tentakel, insang, atau jaring lendir untuk menangkap
partikel makanan yang terbawa bersama arus air.
Contoh Biota:
- Teripang (Timun Laut)
Beberapa jenis
teripang, seperti Cucumaria frondosa, merupakan suspension feeder
yang menggunakan tentakel bercabang (dendritik) untuk menangkap plankton di
kolom air.
- Ubur-Ubur
Meski dikenal
sebagai predator, ubur-ubur memanfaatkan tentakelnya untuk menangkap plankton
yang tersuspensi di air saat mereka bergerak melintasi kolom air.
- Kerang dan Tiram
Organisme ini
adalah penyaring air yang ulung. Mereka menghisap air laut, menyaring partikel
makanan (seperti fitoplankton) menggunakan insang mereka, dan mengeluarkan
kembali air yang sudah tersaring.
- Spons Laut (Porifera)
Spons memiliki
pori-pori halus (ostia) di seluruh tubuhnya untuk memompa air masuk, menangkap
bakteri dan partikel mikro, lalu mengeluarkan air melalui lubang besar yang
disebut oskulum.
- Baleen Whale (Paus Balin)
Meski berukuran
raksasa, paus ini adalah filter feeder yang menyaring krill dan plankton
dari ribuan liter air laut menggunakan pelat balin di mulutnya.
2.
Deposit Feeder
(Pemakan Deposit atau Sedimen)
Deposit feeder
adalah organisme yang memperoleh nutrisi dengan cara mengonsumsi partikel
organik yang telah mengendap di dasar laut atau sedimen. Mekanisme ini sering
disebut sebagai proses "pembersihan" dasar laut karena mereka
mengolah detritus, bakteri, dan materi organik yang membusuk. Biota-biota yang
memperoleh nutrisi dengan cara ini berperan penting dalam proses bioturbasi (pengadukan
dan pembersihan sedimen dasar laut).
·
Mekanisme: Organisme ini menelan
sedimen dasar laut yang kaya akan bahan organik (seperti detritus, bakteri, dan
alga mikroskopis), mencerna kandungan organiknya, dan mengeluarkan kembali sisa
sedimen yang telah diproses.
Contoh Biota:
a. Teripang
(Holothuroidea): Mayoritas spesies teripang, seperti Holothuria
scabra atau Holothuria atra, adalah deposit feeder sejati. Teripang
menggunakan tentakel oral di sekitar
mulutnya untuk menyapu permukaan sedimen dasar laut, kemudian mencerna materi
organik yang terkandung di dalamnya ke dalam saluran pencernaannya dan
mengeluarkan kembali pasir yang telah bersih.
b. Cacing
Polychaeta: Beberapa jenis cacing laut hidup di dalam tabung di bawah sedimen
dan memakan partikel organik kaya nutrisi yang jatuh ke dasar melalui lubang
tempat tinggal mereka.
c. Kepiting
Biola: Mereka memilah-milah butiran pasir menggunakan capitnya untuk mencari
mikroalga dan detritus yang menempel pada butiran sedimen tersebut.
Tabel Perbandingan
|
Karakteristik |
Suspension
Feeder |
Deposit
Feeder |
|
Sumber
Makanan |
Partikel
tersuspensi di kolom air |
Bahan
organik di dasar substrat |
|
Lokasi
Makan |
Kolom
air (di atas dasar laut) |
Sedimen
dasar (lumpur/pasir) |
|
Contoh
Biota |
Kerang,
Cucumaria frondosa |
Sebagian
besar teripang, cacing laut |
3.
Filter Feeder (Pemakan Penyaring)
Filter feeder
adalah organisme laut yang memperoleh nutrisi dengan cara menyaring partikel
makanan (seperti fitoplankton, zooplankton, dan detritus) secara aktif dari
kolom air. Berbeda dengan passive suspension feeder yang hanya
mengandalkan arus, filter feeder biasanya memiliki mekanisme pemompaan
atau struktur anatomi khusus untuk mengalirkan air melalui alat penyaring
mereka.
·
Mekanisme : strategi makan biota laut
dengan cara menyaring partikel organik mikroskopis seperti fitoplankton,
zooplankton, dan detritus yang melayang di kolom air. Proses ini dimulai ketika
organisme menarik arus air ke dalam tubuh menggunakan rambut halus (silia),
gerakan tubuh, atau dengan membuka mulut saat berenang, lalu partikel makanan
ditangkap oleh alat penyaring biologis seperti insang atau jaring lendir untuk
kemudian diserap ke dalam jaringan tubuh.
Contoh Biota :
a. Bivalvia
(Kerang, Tiram, dan Kupang): Mereka menggunakan insang yang dilapisi silia
(rambut halus) untuk menghisap air, menyaring partikel mikroskopis, dan
mengalirkan air keluar kembali.
b. Porifera
(Spons): Organisme ini memompa air melalui ribuan pori kecil (ostia) di
tubuhnya untuk menangkap bakteri dan partikel organik sebelum membuang airnya
melalui oskulum.
c. Crustacea
(Sirkipedia/Teritip): Mereka menggunakan kaki tambahan yang menyerupai kipas
(cirri) untuk menangkap plankton yang melintas di air.
d. Vertebrata
Raksasa (Paus Balin dan Hiu Paus): Meski berukuran besar, mereka menyaring
mangsa kecil seperti krill menggunakan struktur penyaring (balin atau sisir
insang) di dalam mulut mereka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar