Jumat, 27 Februari 2026

MEKANISME MAKAN BIOTA LAUT

 

Nama                           : Beta Aqillah Sari

NPM                           : E1I023003

Kelas                           : A

Mata Kuliah                : Eksplorasi Sumberdaya Hayati Laut

Dosen Pengampu        : Dr. Yar Johan, S. Pi., M. Si.

MEKANISME MAKAN BIOTA LAUT

Dalam lingkungan laut, kelangsungan hidup organisme sangat tergantung pada cara mereka mendapatkan makanan. Metode perolehan makanan adalah aspek penting yang memengaruhi fungsi ekologis dari suatu spesies. Berdasarkan cara memperoleh makanan, biota laut dibagi menjadi beberapa kategori utama.

1.      Suspension Feeder (Pemakan Suspensi)

Suspension feeder, atau sering disebut filter feeder (penyaring), adalah organisme yang memperoleh nutrisi dengan cara menyaring partikel organik, plankton, atau detritus yang tersuspensi di dalam kolom air. Strategi ini sangat efektif karena memanfaatkan arus laut yang membawa fitoplankton, zooplankton, dan bahan organik lain yang melayang.

·         Mekanisme: Organisme ini memiliki struktur tubuh khusus seperti tentakel, insang, atau jaring lendir untuk menangkap partikel makanan yang terbawa bersama arus air.

Contoh Biota:

    1. Teripang (Timun Laut)

Beberapa jenis teripang, seperti Cucumaria frondosa, merupakan suspension feeder yang menggunakan tentakel bercabang (dendritik) untuk menangkap plankton di kolom air.

    1. Ubur-Ubur

Meski dikenal sebagai predator, ubur-ubur memanfaatkan tentakelnya untuk menangkap plankton yang tersuspensi di air saat mereka bergerak melintasi kolom air.

    1. Kerang dan Tiram

Organisme ini adalah penyaring air yang ulung. Mereka menghisap air laut, menyaring partikel makanan (seperti fitoplankton) menggunakan insang mereka, dan mengeluarkan kembali air yang sudah tersaring.

    1. Spons Laut (Porifera)

Spons memiliki pori-pori halus (ostia) di seluruh tubuhnya untuk memompa air masuk, menangkap bakteri dan partikel mikro, lalu mengeluarkan air melalui lubang besar yang disebut oskulum.

    1. Baleen Whale (Paus Balin)

Meski berukuran raksasa, paus ini adalah filter feeder yang menyaring krill dan plankton dari ribuan liter air laut menggunakan pelat balin di mulutnya.

2.      Deposit Feeder (Pemakan Deposit atau Sedimen)

Deposit feeder adalah organisme yang memperoleh nutrisi dengan cara mengonsumsi partikel organik yang telah mengendap di dasar laut atau sedimen. Mekanisme ini sering disebut sebagai proses "pembersihan" dasar laut karena mereka mengolah detritus, bakteri, dan materi organik yang membusuk. Biota-biota yang memperoleh nutrisi dengan cara ini berperan penting dalam proses bioturbasi (pengadukan dan pembersihan sedimen dasar laut).

·         Mekanisme: Organisme ini menelan sedimen dasar laut yang kaya akan bahan organik (seperti detritus, bakteri, dan alga mikroskopis), mencerna kandungan organiknya, dan mengeluarkan kembali sisa sedimen yang telah diproses.

Contoh Biota:

a.       Teripang (Holothuroidea): Mayoritas spesies teripang, seperti Holothuria scabra atau Holothuria atra, adalah deposit feeder sejati. Teripang menggunakan tentakel oral  di sekitar mulutnya untuk menyapu permukaan sedimen dasar laut, kemudian mencerna materi organik yang terkandung di dalamnya ke dalam saluran pencernaannya dan mengeluarkan kembali pasir yang telah bersih.

b.      Cacing Polychaeta: Beberapa jenis cacing laut hidup di dalam tabung di bawah sedimen dan memakan partikel organik kaya nutrisi yang jatuh ke dasar melalui lubang tempat tinggal mereka.

c.       Kepiting Biola: Mereka memilah-milah butiran pasir menggunakan capitnya untuk mencari mikroalga dan detritus yang menempel pada butiran sedimen tersebut.

Tabel Perbandingan

Karakteristik

Suspension Feeder

Deposit Feeder

Sumber Makanan

Partikel tersuspensi di kolom air

Bahan organik di dasar substrat

Lokasi Makan

Kolom air (di atas dasar laut)

Sedimen dasar (lumpur/pasir)

Contoh Biota

Kerang, Cucumaria frondosa

Sebagian besar teripang, cacing laut

3.      Filter Feeder (Pemakan Penyaring)

Filter feeder adalah organisme laut yang memperoleh nutrisi dengan cara menyaring partikel makanan (seperti fitoplankton, zooplankton, dan detritus) secara aktif dari kolom air. Berbeda dengan passive suspension feeder yang hanya mengandalkan arus, filter feeder biasanya memiliki mekanisme pemompaan atau struktur anatomi khusus untuk mengalirkan air melalui alat penyaring mereka.

·         Mekanisme : strategi makan biota laut dengan cara menyaring partikel organik mikroskopis seperti fitoplankton, zooplankton, dan detritus yang melayang di kolom air. Proses ini dimulai ketika organisme menarik arus air ke dalam tubuh menggunakan rambut halus (silia), gerakan tubuh, atau dengan membuka mulut saat berenang, lalu partikel makanan ditangkap oleh alat penyaring biologis seperti insang atau jaring lendir untuk kemudian diserap ke dalam jaringan tubuh.

Contoh Biota :

a.       Bivalvia (Kerang, Tiram, dan Kupang): Mereka menggunakan insang yang dilapisi silia (rambut halus) untuk menghisap air, menyaring partikel mikroskopis, dan mengalirkan air keluar kembali.

b.      Porifera (Spons): Organisme ini memompa air melalui ribuan pori kecil (ostia) di tubuhnya untuk menangkap bakteri dan partikel organik sebelum membuang airnya melalui oskulum.

c.       Crustacea (Sirkipedia/Teritip): Mereka menggunakan kaki tambahan yang menyerupai kipas (cirri) untuk menangkap plankton yang melintas di air.

d.      Vertebrata Raksasa (Paus Balin dan Hiu Paus): Meski berukuran besar, mereka menyaring mangsa kecil seperti krill menggunakan struktur penyaring (balin atau sisir insang) di dalam mulut mereka

 

 

 

REVIEW JURNAL TENTANG PENCEMARAN PADA LAUT "PENCEMARAN LAUT AKIBAT TUMPAHAN BATU BARA DI LAUT MEULABOH DITINJAU DARI SUDUT HUKUM LINGKUNGAN"

 

Nama                           : Beta Aqillah Sari

NPM                           : E1I023003

Kelas                           : A

Mata Kuliah                : Pencemaran Laut

Dosen Pengampu        : Dr. Yar Johan, S. Pi., M. Si.

REVIEW JURNAL TENTANG PENCEMARAN PADA LAUT

Judul

Pencemaran laut akibat tumpahan batu bara di Laut Meulaboh ditinjau dari sudut hukum lingkungan

Jenis Pencemaran

Jenis pencemaran yang terjadi pada penelitian ini adalah pencemaran laut akibat tumpahan batu bara di laut. Pencemaran ini disebabkan oleh masuknya polutan dari batu bara ke lingkungan laut, yang dapat larut dalam air, terkonsentrasi di sedimen, dan masuk ke dalam jaringan organisme laut.

Sumber Pencemaran

Sumber pencemaran pada penelitian ini berasal dari kegiatan penambangan batu bara, khususnya dari limbah pencucian batu bara yang mengandung zat berbahaya seperti belerang, merkuri, timbal, dan asam sulfat yang mencemari air laut dan sungai. Selain itu, pencemaran juga terjadi dari aktivitas bongkar muat dan pengangkutan batu bara, serta insiden tumpahan batu bara dari kapal tongkang yang menyebabkan pencemaran laut secara langsung. Sumber lain termasuk aktivitas industri dan kegiatan manusia di sekitar wilayah tambang dan pelabuhan yang berkontribusi terhadap masuknya kontaminan ke lingkungan laut. Perusahaan yang berperan sebagai sumber pencemaran dalam penelitian ini adalah PT Mifa Bersaudara.

Bahaya Pencemaran

Adapun bahaya pencemaran akibat tumpahan batu bara dari PT Mifa Bersaudara terhadap ekologi, manusia, dan biota laut yaitu sebagai berikut: 

1.      Pencemaran batu bara dapat menyebabkan kerusakan ekosistem laut, termasuk kerusakan habitat dan penurunan kualitas air. Logam berat dan bahan berbahaya dari batu bara dapat mengakibatkan kematian organisme laut dan mengganggu rantai makanan di laut.

2.      Pencemaran ini berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat sekitar, terutama yang bergantung pada hasil laut dan sumber daya alam. Paparan kontaminan dari batu bara dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti keracunan dan penyakit pernapasan akibat polusi udara dan air.

3.      Biota laut seperti ikan dan plankton sangat rentan terhadap kontaminasi bahan berbahaya dari batu bara. Kandungan logam berat dan bahan kimia lain dapat menyebabkan mutasi, penurunan populasi, dan bahkan kematian massal biota laut, yang berdampak pada keberlanjutan ekosistem laut.
Sumber pencemaran utama berasal dari aktivitas bongkar muat dan tumpahan batu bara dari kapal tongkang, yang secara langsung mencemari lingkungan laut dan mengancam keberlangsungan ekosistem serta kesehatan manusia dan biota laut.

Solusi

Solusi untuk menangani dan mengelola pencemaran batu bara di laut menurut penelitian itu meliputi beberapa langkah.

1.      Perusahaan dan pihak-pihak berwenang terkait untuk melakukan pembersihan secara teratur dan tepat sasaran, seperti membersihkan sedotan batu bara yang hanyut di pantai dan menghindari penyiraman air yang justru memperparah kerusakan lingkungan. 

2.      Perusahaan perlu meningkatkan tanggung jawab serta responsif terhadap pencemaran, termasuk mempercepat penanganan tumpahan batu bara dan melakukan pengawasan yang ketat selama proses pemindahan muatan.

3.      Pengawasan dan penegakan peraturan lingkungan harus diperkuat, termasuk pemantauan terhadap aktivitas pertambangan dan pengelolaan limbah batu bara agar tidak mencemari lingkungan secara berkelanjutan. Selain itu, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat serta pekerja mengenai pentingnya menjaga lingkungan juga merupakan bagian dari solusi jangka panjang.

Referensi

Dewi, M. K. 2022. Pencemaran Laut Akibat Tumpahan Batu Bara Di Laut Meulaboh Ditinjau Dari Sudut Hukum Lingkungan. JHP17: Jurnal Hasil Penelitian. 6(2): 58-70.

 

Kamis, 12 Februari 2026

Menjangkau Batas Samudra : Inovasi Teknologi Perusahaan Global dalam Sektor Hulu Minyak dan Gas di Indonesia

 Nama                           : Beta Aqillah Sari

NPM                           : E1I023003

Mata Kuliah                : Eksplorasi Sumberdaya Hayati Laut

Dosen Pengampu        : Dr. Yar Johan, S. Pi., M. Si.

Menjangkau Batas Samudra : Inovasi Teknologi Perusahaan Global dalam Sektor Hulu Minyak dan Gas di Indonesia

Indonesia merupakan negara kepulauan dan terletak di pertemuan lempeng-lempeng tektonik yang aktif, memiliki cekungan sedimen yang kaya akan sumber daya hidrokarbon. Untuk memaksimalkan potensi ini, Pemerintah Indonesia melakukan kolaborasi strategis dengan sejumlah korporasi energi dunia melalui sistem Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract). Berikut adalah analisis tentang 10 perusahaan internasional yang memiliki peran penting dalam kegiatan eksplorasi dan pemanfaatan minyak serta gas di wilayah laut Indonesia.

1.      Chevron (Amerika Serikat)

Pemerintah Belum Akui Penjualan Chevron Geothermal Indonesia

Liputan6.com

Chevron memiliki sejarah panjang dalam mengembangkan proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) di Selat Makassar. Tujuan utamanya adalah gas bumi dan kondensat. Meskipun saat ini tengah berlangsung proses peralihan kewenangan aset, standar keamanan dan teknologi pengeboran bawah laut yang ditinggalkan oleh Chevron masih menjadi patokan bagi industri di Indonesia.

2.      Shell (Belanda dan Inggris)

Fakta Shell, Raksasa Minyak Dunia yang Ternyata 'Berdarah' RI

CNBC Indonesia

Shell adalah pemimpin dunia dalam inovasi teknologi untuk eksplorasi laut dalam. Di Indonesia, perhatian utama mereka adalah menemukan dan memetakan sumber daya gas alam di kedalaman laut yang sangat dalam. Shell lebih memilih untuk terlibat dalam proyek yang memerlukan keterampilan teknis yang tinggi, seperti pengelolaan reservoir gas di lapisan geologi dengan tekanan dan suhu yang sangat tinggi (High Pressure High Temperature). 

3.      China National Offshore Oil Corporation (Tiongkok)

中国海洋石油有限公司

cnoocltd.com

China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) menjadikan dirinya sebagai ahli dalam infrastruktur lepas pantai dengan menempatkan perhatian pada peningkatan efisiensi di brownfields dan ladang marjinal di area perairan dangkal, khususnya di cekungan kaya sumber daya di Laut Jawa dan Selat Madura. Dari segi ilmiah, perusahaan ini menerapkan taktik pengelolaan tekanan reservoir dengan menggunakan metode pemompaan air dan menghubungkan jaringan platform bawah laut yang besar untuk mencapai pengambilan minyak mentah dan gas bumi secara efektif. Dengan cara ini, CNOOC tidak hanya membantu memperlambat penurunan produksi alami pada sumur-sumur yang sudah tua, tetapi juga berfungsi sebagai elemen penting dalam memastikan ketahanan pasokan hidrokarbon untuk kebutuhan energi nasional di dalam negeri.

4.      Mubadala Energy (Uni Emirat Arab)

Mubadala Energy Temukan Sumber Gas Jumbo di Perairan Aceh » DIALEKSIS ::  Dialetika dan Analisis

Dialeksis.com

Mubadala Energy menetapkan dirinya sebagai pelopor dalam eksplorasi gas laut dalam di Indonesia dengan memadukan keunggulan teknis operasional pada aset penting di Selat Makassar dan Cekungan Sumatra Utara. Dari sisi ilmiah, perusahaan ini menggunakan metode eksplorasi terbaru untuk menganalisa sistem perminyakan di daerah baru, yang baru-baru ini menghasilkan penemuan cadangan gas besar di Blok South Andaman melalui pengeboran sumur eksplorasi laut dalam. Dalam melaksanakan kegiatan eksploitasi di Lapangan Ruby, Mubadala menerapkan standar desain fasilitas produksi yang mengutamakan efisiensi energi dan pengurangan karbon operasional untuk meminimalkan jejak karbon per satuan produksi. Pendekatan strategis ini menempatkan Mubadala sebagai mitra penting pemerintah dalam proses transisi energi nasional, di mana gas bumi dioptimalkan sebagai sumber energi rendah emisi yang dapat diandalkan untuk mendukung ketahanan energi jangka panjang di Indonesia.

5.      Harbour Energy (Inggris)

Harbour Energy jual proyek Natuna Indonesia ke Prime Group US$215 juta |  IDNFinancials

IDNFinancials.com

Harbour Energy memperkuat posisi strategisnya di daerah Laut Natuna dengan mengakuisisi aset dari Premier Oil, yang berfokus pada eksplorasi gas alam di Blok Tuna dan Natuna Sea Block A yang memiliki geologi reservoir pasir klastik yang rumit. Secara teknis, perusahaan ini memanfaatkan integrasi infrastruktur pipa yang melintasi batas serta teknologi pengeboran lepas pantai yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan perairan dangkal yang dinamis. Kehadiran Harbour Energy tidak hanya penting untuk memastikan kelancaran pasokan energi di kawasan tersebut melalui ekspor gas ke Singapura, tetapi juga berperan penting dalam aspek geopolitik karena kegiatan operasionalnya di wilayah perbatasan meningkatkan posisi tawar serta kedaulatan maritim Indonesia di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

6.      Petronas Carigali (Malaysia)

PT Petronas Carigali Indonesia

Linkkerja.com

Petronas Carigali memperkuat keberadaannya dalam industri hulu migas di Indonesia dengan mengoptimalkan aset di lepas pantai Jawa Timur, berfokus pada pengembangan reservoir karbonat dan klastik yang produktif di Blok Ketapang dan North Madura II. Dari segi teknis, Petronas menggunakan integrasi fasilitas produksi yang terkoordinasi untuk mengekstraksi minyak dan gas guna memenuhi kebutuhan bahan baku industri serta penyediaan listrik di kawasan ekonomi Jawa Timur. Kerjasama regional yang dibangun oleh perusahaan ini tidak hanya termasuk transfer teknologi pengeboran laut dangkal yang efisien tetapi juga memperkuat ketahanan energi lintas batas di Asia Tenggara melalui pengelolaan rantai pasok yang responsif terhadap perubahan pasar. Dengan komitmen berkelanjutan dalam eksplorasi di area frontier dan pengembangan lapangan yang sudah ada, Petronas berperan penting dalam mendukung target lifting nasional sambil mempererat kerjasama energi bilateral antara Indonesia dan Malaysia.

7.      Inpex Corporation (Jepang)

Inpex Masih Tunggu Keputusan Resmi Soal Blok Masela

SINDOnews.com

Inpex Corporation memperkuat statusnya sebagai rekan strategis nasional dengan mengelola Blok Masela yang terletak di Laut Arafura, sebuah proyek gas laut dalam berskala besar yang fokus pada pengambilan cadangan gas alam dan kondensat dari formasi geologi kuno. Dalam pendekatan ilmiah, Inpex memanfaatkan teknologi canggih untuk memetakan reservoir besar di Lapangan Abadi, yang direncanakan menggunakan metode pengembangan darat untuk meningkatkan dampak ekonomi di wilayah timur Indonesia. Sebagai salah satu investasi asing yang paling signifikan, proyek ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi permintaan energi dalam negeri dan pasar ekspornya di Asia-Pasifik, tetapi juga mengadopsi teknologi untuk menangkap dan menyimpan karbon guna memastikan bahwa produksi hidrokarbon sejalan dengan tujuan dekarbonisasi global serta keberlanjutan ketahanan energi.

8.      ExxonMobil (Amerika Serikat)

ExxonMobil Cepu Produksi 540 Juta Barel Minyak, Indonesia Kebagian Rp310  Triliun

VOI.id

 

ExxonMobil memperkuat pengaruhnya dalam sektor hulu migas di Indonesia melalui pengelolaan aset lepas pantai yang berfokus pada efisiensi ekstraksi minyak dan gas. Secara teknis, perusahaan ini menerapkan teknologi terbaru dalam pengelolaan reservoir, termasuk simulasi dinamis dan metode pengeboran presisi, untuk mengurangi penurunan produksi alami pada lapisan geologi yang rumit. Keahlian ExxonMobil dalam menerapkan standar keselamatan internasional dan mengoptimalkan infrastruktur bawah tanah tidak hanya mendukung keberlanjutan pasokan hidrokarbon dari lokasi-lokasi utama, tetapi juga memberikan dampak besar terhadap stabilitas ketahanan energi nasional dengan memanfaatkan data seismik berkualitas tinggi untuk menemukan kemungkinan cadangan baru di perairan Indonesia.

9.      Ente Nazionale Idrocarburi (Italia)

ENI Jadikan Indonesia Sebagai Pusat Tujuan Eksplorasi - Dunia Energi

Duniaenergi.com

Eni (Ente Nazionale Idrocarburi) mendominasi lanskap eksplorasi laut dalam (deepwater) di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur, melalui penerapan arsitektur fasilitas produksi yang canggih untuk mengekstraksi cadangan gas alam dari reservoir termuda di kedalaman air ekstrem. Secara teknis, perusahaan asal Italia ini mengandalkan integrasi infrastruktur Floating Production Unit (FPU) yang berfungsi sebagai pusat pemrosesan terpadu di tengah laut untuk mempercepat siklus konversi dari penemuan sumur eksplorasi menuju fase produksi komersial. Keberhasilan Eni dalam penemuan masif di struktur Geng North dan pengembangan Lapangan Jangkrik membuktikan keunggulan mereka dalam penguasaan data seismik laut dalam dan manajemen rantai pasok gas bumi, yang secara strategis memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam pasar LNG global sekaligus menjamin keberlanjutan pasokan energi rendah emisi untuk kebutuhan domestik.

10.  British Petroleum (Inggris)

Bogor Indonesia March 282025 Bp British Stock Photo 2604548621 |  Shutterstock

BP (British Petroleum) memperkuat posisinya sebagai pemimpin strategis dalam industri gas bumi nasional melalui pengoperasian megaproyek Tangguh LNG yang terletak di Teluk Bintuni, Papua Barat, yang memanfaatkan reservoir gas besar dari formasi geologi bawah laut di bagian timur Indonesia. Dari segi teknis, BP menggabungkan teknologi likuifaksi canggih dengan sistem pengeboran offshore yang tepat guna untuk menghasilkan gas alam cair berkualitas tinggi yang memenuhi kebutuhan energi domestik dan juga pasar ekspor global yang kompetitif. Keunggulan operasional BP juga terlihat dalam pelaksanaan proyek penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon atau Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) pertama di Indonesia di lokasi ini, yang bertujuan untuk meningkatkan hasil gas sambil mengurangi emisi gas rumah kaca, sehingga menjadikan operasi hulu migas di Papua sebagai standar produksi energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

MEKANISME MAKAN BIOTA LAUT

  Nama                            : Beta Aqillah Sari NPM                            : E1I023003 Kelas                            : A ...