Selasa, 03 Februari 2026

IDENTIFIKASI PENCEMARAN SAMPAH PLASTIK DI PANTAI PANJANG BENGKULU

Nama                           : Beta Aqillah Sari

NPM                           : E1I023003

Mata Kuliah                : Pencemaran Laut

Dosen Pengampu        : Dr. Yar Johan, S. Pi., M. Si.

IDENTIFIKASI PENCEMARAN SAMPAH PLASTIK DI PANTAI PANJANG BENGKULU

Indonesia, yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki pantai sepanjang lebih dari 108. 000 kilometer. Dari segi geomorfologi, daerah pesisir di Indonesia merupakan ekosistem yang sangat produktif tetapi juga rentan terhadap dampak manusia (Arianto, 2020). Contoh nyata dari situasi ini adalah Pantai Panjang yang terletak di Provinsi Bengkulu, yang diketahui memiliki garis pantai berpasir putih yang luas, namun saat ini menghadapi masalah serius akibat penumpukan limbah padat, terutama plastik.

Pencemaran diartikan sebagai masuknya bahan, zat, atau energi ke dalam lingkungan akibat tindakan manusia yang menyebabkan perubahan penting pada parameter fisik, kimia, dan biologis (Ramadhan, 2024). Di daerah pantai seperti Pantai Panjang, pencemaran ini terlihat melalui penurunan kualitas air dan penumpukan sampah laut.

Polutan yang ditemukan di perairan Bengkulu berasal dari berbagai sumber yang kompleks (Sundoko dkk., 2026) , yaitu

1.      Sumber daratan menjadi penyumbang utama dengan perkiraan sekitar 80% yang dikarenakan oleh limpasan air permukaan dari daerah pemukiman, limbah cair rumah tangga yang tidak diolah, serta perpindahan sampah dari hulu ke hilir melalui jaringan sungai.

2.      Sumber laut juga memberikan kontribusi penting melalui aktivitas pelayaran, kebocoran hidrokarbon dari kapal nelayan, dan fenomena jaring mati yang terbenam di lautan.

3.      Dinamika oseanografi, di mana arus permukaan laut dan pergerakan pasang surut membantu distribusi polutan lintas batas, yang akhirnya menyebabkan pengumpulan sampah di area intertidal sepanjang Pantai Panjang.

Masalah yang lebih serius daripada sampah plastik kasat mata di kawasan Pantai Panjang adalah kontaminasi mikroplastik. Mikroplastik adalah partikel polimer sintetis berukuran < 5 mm yang terbentuk melalui fragmentasi sekunder akibat fotodegradasi oleh sinar ultraviolet (UV) dan abrasi mekanis gelombang, serta dari sumber primer seperti produk perawatan pribadi yang mengandung microbeads (Sa’diyah dan Trihadiningrum, 2021). Secara kimiawi, mikroplastik bersifat hidrofobik, sehingga cenderung mengadsorpsi polutan organik persisten (POPs) misalnya pestisida dan logam berat. Ketika partikel yang tercemar ini tertelan oleh biota laut, polutan dapat terakumulasi dalam jaringan organisme (bioakumulasi). Dalam jangka panjang, terjadi biomagnifikasi: konsentrasi toksin meningkat sepanjang rantai makanan dan berpotensi membahayakan kesehatan manusia melalui konsumsi produk laut yang telah tercemar.

Tabel Identifikasi Pencemaran Sampah Plastik di Pantai Panjang Bengkulu

No

Proses Pengambilan

Foto Sampah

Perusahaan

1

PT. Kaldu Sari Nabati Indonesia

2

PT. Simba Indosnack Makmur

3

Wings Group Indonesia

4

PT. Siantar Top Tbk

5

PT. Gudang Garam

 

6

Tidak Diketahui

7

Indofood

8

Wingsfood

9

Indofood

10

PT. Tunas Baru Lampung Tbk

11

PT. Greenfields Indonesia

12

PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk

13

PT. Mayora Indah Tbk

14

PT. Indofood Fortuna Makmur

15

PT. Jakarana Tama Food Industry

16

PT. Indolakto

17

Panti Asuhan KH Mansyur Malang

18

Rokok Ilegal

19

PT. HM Sampoerna Tbk

20

PT. Kaldu Sari Nabati Indonesia

21

PT. Mayora Indah Tbk

22

PT. HM Sampoerna Tbk

23

Cadbury

24

EV. VICTORIA

25

The Hershey Company

26

PT. Konimex

27

Wings Group

28

PT. Mayora Indah Tbk

29

Wings Group

30

PT. Garudafood Putra Putri Jaya Tbk

31

PT. Kino Food Indonesia

32

PT. Mayora Indah Tbk

33

PT. Mitra Alam Segar

34

PT. Nojorono Tobacco International

35

PT. Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk

36

Garudafood

37

PT. Ultrajaya Milk Industry And Tranding Company Tbk

38

Wings Group

39

PT. Putera Jaya Sakti Perkasa

40

PT. Djarum

41

Perusahaan Lokal Indonesia

42

PT. Dua Kelinci

43

PT. Frisian Flag Indonesia

44

Garudafood

45

Perfect Companion Group

46

PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk

47

CV. Bio Karya Ite

48

PT. Tirta Fresindo Jaya

49

PT. Sinar Sosro

50

PT. Hollyland Food Indonesia

Referensi :

Arianto, M. F. (2020). Potensi wilayah pesisir di negara Indonesia. Jurnal Geografi10(1), 204-215.

Ramadhan Tosepu, S. K. M. (2024). Pencemaran Lingkungan. CV Eureka Media Aksara.

Sundoko, A., Yanuarti, R., Pi, S., Hanifa, I., Pi, S., Marasabessy, F., ... & Pi, M. (2026). Cemaran Pesisir Laut: Sumber, Dampak dan Strategi Pengelolaan Lingkungan Maritim. LSO Creative.

Sa'diyah, A., & Trihadiningrum, Y. (2021). Kajian fragmentasi low density polyethylene akibat radiasi sinar ultraviolet dan kecepatan aliran air. Jurnal Teknik ITS9(2), C34-C40.

IDENTIFIKASI PENCEMARAN SAMPAH PLASTIK DI PANTAI PANJANG BENGKULU

Nama                            : Beta Aqillah Sari NPM                           : E1I023003 Mata Kuliah                : Pencemaran La...