Nama : Beta Aqillah Sari
NPM : E1I023003
Mata
Kuliah : Metode Analisis
Kualitas Air
Dosen
Pengampu : Dr. Yar Johan, S. Pi.,
M. Si.
PARAMETER KUALITAS AIR DAN ALAT SERTA METODE PENGUMPULAN
DATANYA
A. Kualitas
Air
Kualitas
air merupakan karakteristik atau sifat-sifat yang dibutuhkan untuk penggunaan
tertentu dari berbagai sumber air. Kualitas air adalah kondisi yang dinilai berdasarkan sifat fisik,
kimia, dan biologisnya. Kriteria mutu air adalah standar yang
mengatur syarat kualitas air yang dapat digunakan. Baku mutu air
merupakan suatu aturan yang disusun oleh suatu negara atau wilayah terkait.
Kualitas air dapat diukur melalui pengujian tertentu terhadap air tersebut (Marlinae
dkk., 2021).
B. Parameter
Kualitas Air
Parameter
kualitas air adalah indikator atau ukuran tertentu yang dipakai untuk
menilai mutu air. Parameter ini terdiri dari tiga aspek utama,
yaitu fisika, kimia, dan biologi. Parameter fisika mencakup
sifat-sifat fisik air yang dapat dirasakan atau dilihat secara langsung. Parameter
kimia adalah ukuran yang berkaitan dengan bahan terlarut dan reaksi kimia yang
terjadi dalam air (Ani dan Harahap, 2022). Sementara itu, parameter biologi
berkaitan dengan adanya mikroorganisme atau organisme hidup dalam air tersebut.
Beberapa parameter fisika yang digunakan untuk menilai kualitas air antara
lain suhu, tingkat kekeruhan, warna, daya hantar listrik (DHL), jumlah zat
padat terlarut (TDS), rasa, dan bau. Penurunan dalam mutu air bisa dikenali
melalui peningkatan pada kadar parameter fisika yang diukur (Winarni, 2016).
1. Parameter Fisika
Parameter fisika merupakan indikator kualitas air yang merujuk pada sifat-sifat fisik lingkungan perairan yang memengaruhi kondisi kehidupan organisme. Beberapa parameter fisika yang digunakan untuk menilai kualitas air antara lain suhu, tingkat kekeruhan, warna, daya hantar listrik (DHL), jumlah zat padat terlarut (TDS), rasa, dan bau. Penurunan dalam mutu air bisa dikenali melalui peningkatan pada kadar parameter fisika yang diukur (Tatangidatu dkk., 2013).
a. Suhu
Suhu adalah salah satu
parameter fisik yang paling penting dalam penilaian kualitas air karena
berfungsi sebagai "penggerak" bagi parameter lainnya. Dengan
kata lain, suhu memengaruhi kecepatan terjadinya proses kimia dan biologi dalam
air. Menurut Rosarina dan Laksanawati (2018), suhu air merupakan tinggi
rendahnya dalam massa air yang dipengaruhi oleh sinar matahari,
transfer panas dari udara, serta kegiatan pembuangan limbah.
Gambar (a). Termometer
· Alat yang digunakan untuk mengukur suhu
disebut dengan termometer. Alat tulis dan buku dibutuhkan dalam proses
pengukuran untuk digunakan dalam mencatat hasil pengukuran secara real-time
di setiap stasiun pengamatan.
· Metode pengumpulan data yaitu menggunakan
metode survei, di mana pengambilan data dilakukan secara langsung di lapangan (in-situ).
Langkah-langkahnya meliputi dimulai dengan beberapa tahapan. Pertama penentuan
stasiun pengamatan. Kedua termometer dicelupkan langsung ke dalam badan air
pada kedalaman tertentu di stasiun pengamatan. Terakhir pembacaan skala
dilakukan setelah air raksa pada termometer berada dalam posisi stabil, serta baca
hasil pengukuran saat termometer masih berada di dalam air untuk menghindari
pengaruh suhu udara luar..
· Analisis data suhu yang telah terkumpul
dilakukan dengan dua cara yaitu analisis deskriptif dan metode komparatif. Data
hasil pengukuran ditampilkan dalam bentuk tabel atau grafik untuk melihat
fluktuasi suhu antar stasiun disebut dengan analisis deskriptif. Nilai suhu
yang didapat dibandingkan dengan standar baku mutu air untuk budidaya perairan
dilakukan dengan metode komparatif.
b. Kecerahan
Kecerahan adalah indikator seberapa
jernih air, yang menggambarkan seberapa dalam sinar matahari dapat masuk ke
dalam kolom air. Kecerahan menjadi ukuran kejernihan air yang menilai seberapa
jauh cahaya matahari bisa membantu proses fotosintesis. Tanpa cahaya yang
memadai, fotosintesis yang dilakukan oleh fitoplankton dan tanaman air akan
terhambat, yang pada akhirnya dapat memengaruhi jumlah oksigen dan rantai
makanan (Pramleonita dkk., 2018).
Gambar (b). Secchi Disk dan Tali Ukur
· Alat utama yang digunakan untuk
mengukur tingkat kecerahan air adalah secchi disk dan tali
ukur. Secchi disk adalah alat berbentuk bulatan yang dicat warna hitam dan
putih di permukaannya agar terbentuk kontras saat berada di dalam air. Tali
ukur adalah tali yang terhubung dengan secci disk dan telah diberi tanda
dengan skala panjang (sentimeter atau meter) untuk mengukur kedalaman.
· Metode pengumpulan data dilakukan secara
langsung di lapangan. Pada langkah awal, secchi disk diturunkan ke dalam air
dengan hati-hati hingga batas antara warna hitam dan putih di piringan tidak
terlihat lagi. Pada langkah selanjutnya, tali tersebut kemudian diberi tanda
sebagai kedalaman pertama (D1). Kemudian, piringan diangkat perlahan hingga
warna hitam dan putih terlihat kembali, dan ditandai sebagai kedalaman kedua
(D2). Pengukuran perlu dilakukan di beberapa lokasi untuk memperoleh data yang
mewakili.
· Data kecerahan yang diperoleh dari
pengamatan di lapangan dianalisis dengan cara sistematik dengan menghitung
nilai rata-rata dari dua titik pengamatan menggunakan rumus Kecerahan = (D1 +
D2) / 2, di mana hasilnya dinyatakan dalam satuan sentimeter (cm). Setelah
nilai rata-rata tersebut diperoleh, langkah selanjutnya adalah melakukan
analisis kelayakan dengan membandingkan hasil tersebut dengan standar baku
mutu. Dengan perbandingan ini, peneliti dapat menginterpretasikan untuk
menentukan apakah kondisi perairan cenderung terlalu keruh akibat tingginya
partikel yang tersuspensi atau malah terlalu jernih.
2. Parameter Kimia
Parameter kimia adalah sekumpulan indikator yang digunakan untuk mengukur konsentrasi zat-zat kimia yang terlarut dalam air, sehingga bisa menentukan tingkat pencemaran dan kesesuaian air untuk dikonsumsi. Secara umum, parameter kimia memberikan gambaran tentang bagaimana air berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya, baik melalui proses alami maupun aktivitas manusia seperti limbah rumah tangga. Parameter kimia mencakup pH (tingkat keasaman), DO (Dissolved Oxygen), BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand), amonia, nitrat, nitrit, kesadahan, alkalinitas, serta kandungan logam berat (Singkam dkk., 2021).
a. Derajat
Keasaman (pH)
pH adalah skala
yang digunakan untuk mengukur konsentrasi ion hidrogen dalam
air guna menentukan apakah air tersebut asam, netral, atau
basa. pH diukur untuk mengetahui seberapa asam atau basa air, dengan air yang
sesuai standar kesehatan umumnya berada dalam rentang netral (Koniyo, 2020).
Gambar (c). pH Meter Digital
· Alat utama yang digunakan untuk
mengukur derajat keasaman air adalah pH meter digital. Alat ini dipilih karena
dapat memberikan hasil pengukuran dengan akurasi dan presisi yang sangat baik.
· Metode pengumpulan data pH dilakukan
secara langsung di tempat penelitian dengan mengikuti serangkaian langkah
sistematis yang dimulai dengan menyiapkan alat yang sudah dikalibrasi.
Selanjutnya, sensor atau elektroda pH meter dicelupkan ke dalam badan air dan
ditunggu beberapa waktu sampai angka yang muncul di layar digital menjadi
stabil. Tahap terakhir adalah mencatat nilai yang ada di layar ke dalam buku
lapangan sebagai data awal untuk diproses lebih lanjut.
· Data pH yang dikumpulkan dianalisis dengan
metode deskriptif komparatif dengan menyajikan hasil pengukuran dalam
tabel agar lebih mudah mengidentifikasi variasi di masing-masing stasiun. Nilai
tersebut kemudian dibandingkan dengan standar baku mutu air yang ada.
b. Dissolved
Oxygen (DO)
Oksigen Terlarut (DO)
merupakan jumlah gas oksigen yang terdapat dalam massa air, yang
berasal dari difusi langsung dari udara dan juga dari hasil fotosintesis
fitoplankton. DO berperan penting sebagai indikator utama kehidupan organisme laut,
karena oksigen ini langsung digunakan oleh makhluk hidup dalam proses
pernapasan dan metabolisme. Sesuai dengan hukum kelarutan gas, ketika suhu air
laut meningkat, kemampuan air untuk melarutkan oksigen akan berkurang (Hamuna
dkk., 2018).
Gambar (d). DO Meter
· Alat utama yang digunakan untuk
mengukur kadar oksigen terlarut adalah DO Meter. Dengan alat
digital ini, data dapat diambil secara langsung dan mengurangi kemungkinan
kesalahan yang sering muncul.
· Metode pengumpulan data DO dilaksanakan
langsung di tempat penelitian dengan langkah-langkah yang terstruktur. Pertama,
memastikan bahwa perangkat pengukur DO meter telah dikalibrasi sesuai dengan
prosedur operasional standar untuk menjamin keakuratan data. Kedua, memilih
lokasi stasiun pengamatan yang sudah ditentukan berdasarkan kriteria spasial.
Menurunkan probe atau sensor dari perangkat pengukuran DO meter ke dalam kolom
air laut pada kedalaman yang ditetapkan. Menunggu hingga sensor menunjukkan pembacaan
yang stabil di layar perangkat. Kemudian, catat nilai oksigen terlarut yang
tertera, biasanya dalam satuan miligram per liter (mg/L), ke dalam buku catatan
lapangan.
· Data DO yang telah terkumpul kemudian
dianalisis dengan membandingkannya dengan standar kualitas air laut (seperti
yang tercantum dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 51 Tahun
2004) demi kepentingan kehidupan laut. Selain itu, data DO
diintegrasikan dengan parameter lainnya untuk menghitung Indeks Pencemaran
(IP) dalam rangka menentukan kondisi kualitas air secara menyeluruh.
3. Parameter Biologi
Parameter biologi adalah indikator untuk menilai kualitas air yang ditentukan oleh keberadaan, jumlah, dan jenis makhluk hidup di dalamnya. Parameter ini digunakan untuk mengidentifikasi pencemaran akibat kotoran atau limbah organik yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang hanya melalui ukuran fisik. Adanya mikroorganisme tertentu berperan sebagai "penanda" (bioindikator) untuk menunjukkan apakah air itu layak diminum atau sudah terkontaminasi oleh patogen yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia. Jenis-jenis parameter biologi yang mengukur kualitas air meliputi mikroorganisme seperti Total Coliform dan Escherichia coli, yang berperan sebagai indikator utama pencemaran feses dan keamanan sanitasi. Di samping itu, ada juga organisme perairan seperti fitoplankton, zooplankton, bentos, dan makroinvertebrata yang keanekaragaman serta jumlahnya digunakan untuk menilai tingkat kesuburan dan kondisi kesehatan ekosistem secara alami (Khasanah dan Ramli, 2022).
a. Mikroorganisme
Mikroorganisme dalam
parameter biologi berperan sebagai penanda utama untuk menilai kualitas
kebersihan dan sanitasi suatu sumber air, khususnya air sumur gali yang mudah
terpengaruh oleh pencemaran. Adanya jenis mikroba tertentu di dalam air menunjukkan
adanya kontaminasi yang tidak bisa diketahui hanya dengan melihat secara fisik
(seperti warna atau aroma) maupun dengan uji kimia.
Gambar (e). Alat Alat Laboratorium
Steril : Cawan Petri, Tabung Reaksi, Pipet Tetes, dan Inkubator
· Alat yang digunakan dalam pengujian
mikroorganisme ini mencakup peralatan laboratorium steril seperti cawan petri,
tabung reaksi, pipet tetes, inkubator untuk menginkubasi sampel pada suhu
tertentu, serta lampu spiritus untuk mempertahankan kondisi aseptis. Sementara
itu, bahan utamanya adalah sampel yang diambil dari suatu lokasi perairan.
· Metode pengumpulan data mikroorganisme
dimulai dengan pengambilan sampel air secara steril menggunakan botol yang
bersih, kemudian disimpan dalam kotak pendingin untuk menjaga stabilitas jumlah
bakteri selama perjalanan menuju laboratorium. Langkah pengujian dilanjutkan
dengan metode MPN (Most Probable Number) yang meliputi uji pendugaan
melalui inkubasi sampel dalam seri tabung reaksi yang berisi media
cair serta tabung Durham selama 24 hingga 48 jam untuk mendeteksi adanya gas,
serta uji penegasan dengan memindahkan sampel positif ke media selektif untuk
memastikan kehadiran bakteri dari kelompok Coliform atau E. coli.
· Data mikroorganisme dianalisis dengan
menghitung jumlah tabung yang memberikan hasil positif di setiap
seri pengenceran, lalu angka tersebut disesuaikan dengan Tabel MPN untuk
memperoleh estimasi jumlah bakteri dalam 100 ml sampel. Hasil akhir yang
didapat kemudian dibandingkan dengan standar baku mutu kesehatan
lingkungan (seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan) untuk
menilai apakah air tersebut memenuhi kriteria kualitas biologis atau sudah
tercemar sehingga tidak aman untuk dikonsumsi.
Referensi
:
Ani,
N., dan Harahap, A. 2022. Kajian kualitas air sungai. Jurnal Pendidikan
Biologi Dan Sains. 5(1): 322-329.
Hamuna,
B., Tanjung, R. H., dan MAury, H. 2018. Kajian kualitas air laut dan indeks
pencemaran berdasarkan parameter fisika-kimia di perairan Distrik Depapre,
Jayapura.
Khasanah,
U. K. N., dan Ramli, M. 2022. Studi parameter biologi dalam analisis kualitas
air sumur di desa karakan, kecamatan weru, kabupaten sukoharjo. In Proceeding
Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning, 19(1)
: 69-74).
Koniyo,
Y. 2020. Analisis kualitas air pada lokasi budidaya ikan air tawar di Kecamatan
Suwawa Tengah. Jurnal Technopreneur (JTech). 8(1): 52-58.
Marlinae,
L., Biyatmoko, D., Irawan, C., Husaini, H., Arifin, S., Rizalli Saidy, A., ... dan
Jinan, R. 2021. Buku pengaruh kondisi lahan (tanah, warna lahan, ketebalan
bahan organik dan tutupan lahan) dan tata air (sumber air, kualitas air
(fisika, kimia, bakteriologis, debit air) terhadap ketersediaan air bersih
dirawan banjir dan pertambangan di Kabupaten Banjar.
Pramleonita,
M., Yuliani, N., Arizal, R., dan Wardoyo, S. E. 2018. Parameter fisika dan
kimia air kolam ikan nila hitam (Oreochromis niloticus). Sains
Natural: Journal of Biology and Chemistry. 8(1): 24-34.
Rosarina,
D., dan Laksanawati, E. K. 2018. Studi Kualitas Air Sungai Cisadane Kota
Tangerang Ditinjau Dari Parameter Fisika. Jurnal Redoks. 3(2):
38-43.
Singkam,
A. R., Lestari, I. L., Agustin, F., Miftahussalimah, P. L., Maharani, A. Y., dan
Lingga, R. 2021. Perbandingan Kualitas Air Sumur Galian dan Bor Berdasarkan
Parameter Kimia dan Parameter Fisika. Jurnal Pendidikan Biologi dan
Sains. 4(2): 155-165.
Tatangindatu,
F., Kalesaran, O., dan Rompas, R. 2013. Studi parameter fisika kimia air pada
areal budidaya ikan di Danau Tondano, Desa Paleloan, Kabupaten Minahasa. E-Journal
Budidaya Perairan. 1(2).
Winarni,
I. 2016. Peran mikroba sebagai biomonitoring kualitas perairan tawar pada
beberapa situ. Peran MST dalam Mendukung Urban Lifestle yang
Berkualitas. 143.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar